Pasca-Ledakan Bom, BI Turunkan Suku Bunga Ke 7,25%

Pasca-Ledakan Bom, BI Turunkan Suku Bunga Ke 7,25%

Berbeda dengan rapat dewan gubernur (RDG) sebelumnya yang dilaksanakan selama satu hari, kali ini Bank Indonesia (BI) menggelar rapat selama dua hari pada tanggal 13-14 Januari 2015. Berdasarkan hasil rapat tersebut, BI memutuskan untuk menurunkan tingkat suku bunga (BI Rate) sebesar 25 basis poin di level 7,25 persen. Artinya untuk pertama kalinya BI menurunkan tingkat suku bunga sejak terkahir kali diturunkan pada 17 Februari 2015 lalu.

"Berdasarkan RDG selama 13 hingga 14 Januari, maka diputuskan BI Rate turun 25 basis point menjadi 7,25 persen. Suku bunga deposit facility 5,25 persen dan lending facility pada level 7,75 persen," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara di kantornya, Jakarta, Kamis (14/1/2015).

Sekadar informasi, ledakan bom terjadi di Sarinah, Jakarta. Ledakan ini berlangsung sekira pukul 10.50 WIB dan berakibat adanya korban jiwa. Meski demikian, hal tersebut tidak membuat BI menunda pengumuman hasil RDG-nya.

Keputusan BI menetapkan tingkat suku bunga ini seiring dengan harapan dari berbagai pihak, baik dari lembaga eksekutif, legislatif maupun pelaku pasar.

Sejak Bank Sentral Amerika Serikat Federal Reserve (the Fed) memutuskan untuk menaikkan Fed Fund Rate (FFR), Wakil Presiden Jusuf Kala mengharapkan bawah BI dapat menurunkan BI Rate pada tahun 2016. Sebab, hal ini dapat mendorong investor untuk tetap memilih Indonesia sebagai salah satu negara tujuan investasi.

Harapan serupa juga dituturkan oleh Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulisto. Menurutnya, BI perlu menimbang kembali jarak antara inflasi dengan tingkat suku bunga agar dapat menguntungkan pasar saham dalam negeri.

"Simple saja, kita kan tidak sendirian di dunia, kalau di dunia jarak antara BI rate dengan inflasi jaraknya negatif maksimum dua persen kenapa kita sendirian gede dengan 3," kata Tito di Bursa Efek Indonesia.

Selain pemerintah dan pelaku pasar, Komisi XI DPR RI juga meminta kepada BI untuk dapat mengimbangi kenaikan FFR dengan menurunkan BI Rate. Pasalnya, hal ini perlu dilakukan untuk memancing investor agar tetap dapat berinvestasi di Indonesia.

Untuk diketahui, RDG kali ini juga dihadiri oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution yang diundang mewakili pihak pemerintah untuk ikut berunding. Menurut Darmin, kehadirannya pada saat rapat hari pertama bertujuan untuk menyampaikan masukan-masukan dari pemerintah terkait keputusan yang akan ditetapkan BI.

Dikutip dari okezone.com.

Share This

About the Author

I Wayan Sudarta's Photo

I Wayan Sudarta - Manajer KSP Citra Mandiri

Nothing about I Wayan Sudarta.

Add your comment